beri tahu hatimu,,
sesungguhnya ALLAH cinta orang-orang yang sabar..

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“… dan ALLAH mencintai orang-orang yang sabar.”
[Ali ‘Imran, 3: 146]

#sabarlahdiriku
#muhasabahyuk – with Y.a.n.t.o, Rika, Riska nur, Indah, Rezz Prime, yayank, and Rina

View on Path

Let’s have fun kids.. 💃🏼💃🏼💃🏼💃🏼💃🏼 no more kulit gosong yah dears, renang nyaman, auratnya Aman ☺️ – with Rika

View on Path

🔎💦 *LA TAHZAN*
🌺🔍 *(Jangan Bersedih)*
◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇

💦 Saudariku, yang sedang terkena musibah atau sakit, Janganlah terlalu bersedih

🔎 Ridholah pada ketetapan Allah Ta’ala dan bersabarlah. Karena bisa jadi itu salah satu cara Allah Ta’ala menghapus dosamu..

👉🏿 Dari Ibnu
Mas’ud radhiallhu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallhu ‘alaihi wasalam bersabda,

🌺 *“Tidaklah seorang muslim tertimpa gangguan berupa sakit dan lainnya, melainkan dengan itu Alloh hapuskan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.”*
HR. Bukhari (5674) dan Muslim (2571).

📿 Semoga Allah Ta’la menyembuhkan sedih dan lukamu…

🌐 Group BIS & BMS

•┈┈┈•❀❁❦🌹❦❁❀•┈┈┈• – with Riska nur and Rina

View on Path

┏🌤✨━━━━━━━━━━━━━━┓
F A E D A H P A G I
┗━━━━━━━━━━━━━━✨🌤┛

💧MENANGISLAH…

🔹Kadang manusia terlalu sombong tuk menangis
lalu untuk apa airmata telah diciptakan
bukan hanya bahagia yang ada di dunia ini tetapi juga derita

💧MENANGISLAH…

🔹Hidup tidak selalunya indah seperti langit yang tak selalu cerah.

💧MENANGISLAH…

🔹Umar Al Faruq, Sang Singa gurun pun menangis hingga tak sadarkan diri
ketika di bacakan ayat-ayat Allah tentang siksa.

💧MENANGISLAH SEBELUM KITA DITANGISI…

🔹Menangislah sebelum datang suatu masa dimana malaikat pemutus segala kelezatan akan datang menghentikan segala desah napas dan membuyarkan segala impian.

🌤 Seandainya esok bukan milik kita lagi,

🌤 Seandainya esok mata ini tidak terbuka lagi.

💧MENANGISLAH…

Wallahu a’lam bishshawwab.

Via Ibnu Ustman Alie

•┈┈┈•❀❁❦🌸🌹🌸🌹🌸❦❁❀•┈┈┈•

View on Path

Alhamdulillah, dari yang saya dapati mereka justru akan melebihkan tanpa kita minta apabila mereka merasa Ridho’ .

Melihat senyuman ikhlas di wajah mereka ketika saya membeli dagangannya adalah tambahan tersendiri buatku daripada mendapat banyak tambahan barang dagangan nya tapi mereka tidak tersenyum saat ku berikan uang sebagai hak nya.

Sungguh sebenarnya ini adalah pelajaran hidup yang mahal apabila kita mencermatinya.

Selamat pagi, selamat hari raya jum’at Mubarak. Mari menebar kebaikan ☺️☺️🙏🏻
==========================
SEKALI LAGI, TENTANG TAWAR MENAWAR PADA PEDAGANG KECIL

Tadi pagi, diantara beceknya pasar Jombang, aku mengantri untuk dilayani, di tukang ikan.

“mahal amat, kurangi deh, ikan kayak gini, udah nggak segar,”tawar ibu berambut hasil rebonding itu.

“25ribu itu udah pas Bu, karna udah siang, kalo pagi, nggak kurang dari 30ribu,”jawab ibu penjual ikan.

“Ahhh 20ribu kalo mau, udah sisa-sisa jelek begini kok,” tawar si ibu rebonding.

Mata tua penjual ikan mengerjap pelan, mata tua yang selalu mengundang iba, menatap dagangannya. Masih bertumpuk. Hari mulai beranjak siang. Sebuah anggukan ia berikan. Menyerah pada keadaan. Hidup, tak memberinya banyak pilihan.

Dan tangan tua keriput itu mulai menyisik ikan. Ujung jari melepuh terlalu lama terkena air. Beberapa luka di jari tertusuk tajamnya duri ikan, cukuplah sebagai bukti, bahwa kehidupannya bukanlah kehidupan manis bertabur mawar melati.

Dunia,

Kenapa kita sedemikian kejam pada orang yang lemah? Mengapa di sebagian semesta diri, kita begitu puas jika berhasil memenangkan penawaran pada orang orang yang sudah terseok-seok mencari makan?

Apa yang kita dapat dari hasil menawar ? 3 atau 5 ribu?

Akan kaya kah kita dgn uang segitu? TIDAK.

Uang mungkin terkumpul, tapi keberkahan hidup nggak akan didapat. Bisa jadi, saat memasak, lupa, lalu gosong dan terbuang, kerugiannya lebih dari 5 ribu. Atau bisa jadi, saat masakan udah matang, anak anak malah kehilangan selera makan, dan minta dibelikan ketoprak atau apalah, sehingga uang yg 5 ribu tadi abis juga, capek memasak nggak dihargai oleh anggota keluarga.

Apalagi menawar dengan bahasa yg tidak baik. “ikan kayak gini, udah nggak segar, ikan kayak gini, sisa-sisa udah jelek begini,”

Omongan adalah doa. Setelah deal membeli, bisa jadi ikan itu memang membawa pemakannya menjadi tidak segar, atau ikan itu membawa kejelekan bagi pemakannya. Hati hati Bu dengan lisanmu, doa ibu menggetarkan langit, kalimat yg burukpun bisa menggetarkan langit.

Aku udah bertahun mencoba konsisten menerapkan untuk tidak pernah menawar pedagang kecil. Dengan menulis ini, aku bukannya tidak paham dengan konsekuensi, akan banyak yg menilai “ahh amal baik kok di publikasikan, riya, nggak dapat pahala,”

Baik, soal pahala atau tidak, biarlah menjadi urusan Allah. kalau karena menuliskan hal ini, aku dianggap riya, lantas kehilangan pahala atas hal itu, aku ikhlas. Hanya berharap, semoga tulisan ini mampu membelai banyak hati yang lain, kemudian menjadi konsisten untuk tidak pernah lagi menawar ke pedagang kecil.

Mari kita mulai, membangun perekonomian pedagang kecil.

Saat kita masih meringkuk di kamar ber AC, jam 3 dini hari, kala tubuh masih dibalut oleh selimut wangi dan jiwa dibuai mimpi, ibu tua pedagang ikan itu sudah berkubang dengan aroma ikan, mengangkat ikan berbaskom baskom, menyentuh es batu, mengeluarkan isi perut ikan, dll. Sungguh bukan kehidupan yang gampang.

Apa ruginya kalau kita melebihkan bayaran, atau minimal, tidak menawar atas harga yg telah dia tetapkan.

Dalam hidup, aku merasakan, selalu di beri kejutan kejutan oleh Allah, Sang Pemilik seluruh kerajaan.

Dalam 3 hari ini, Karena sibuk kerja, menulis, menjaga anak –anak, aku nggak sempat upload foto gamis jualanku, namun seseorang tetap membeli 3 potong gamis yg dulu pernah aku upload, transaksi 1.620.000. Aku dapat untung 120ribu. Alhamulilah. Tapi Allah melimpahkan cintaNya dengan menggerakkan hati si pembeli gamis untuk mentransfer lebih. yg dia transfer 2.2 juta. Untung 120ribu berubah menjadi 700 ribu.

Tadi pagi, pembeli buku dari banjar masin, mentransfer 300ribu, seharusnya hanya 121ribu. Lagi lagi, Allah mengirim sayangNya dengan cara tak terduga.

Apakah rejeki hebat ini buah dari doa-doaku?

Belum tentu.

Ini bisa jadi, adalah doa dari ibu si tukang ikan, atau bapak penjual tahu, atau ibu tukang giling bumbu, atau bapak tua penjual pisang,dll yang pernah bertransaksi jual beli dengan ku.

Saat kita tak menawar, mereka ikhlas bilang “terima kasih”.

“terima” dan “kasih”. Mereka menerima. Lalu malaikat menerbangkan doa mereka, mengetuk pintu langit, dan kita kelimpahan “kasihNya”.

Bukankah sudah jelas, tak ada sekat antara dhuafa dengan Tuhannya, bahwa doa kaum dhuafa, doa orang yg papa, adalah doa yang mampu mengetuk pintu langit.

Lantas kenapa kita mampu memberi kado pada teman yg melahirkan seharga ratusan ribu, atau membelikan kado ulang taun ratusan ribu pada anak teman yg merayakan ulang taun di mall , bukankah mereka sudah kaya, kado kado ratusan ribu itu mereka bisa membeli sendiri.

Sementara kita begitu berhitung pada mereka yg telah menggadaikan jam tidur dan tenaga, mereka yang terseret seret oleh arus nasib kejamnya jaman untuk sekedar mencari uang sebagai bekal pelanjut hidup.

Aku sangat yakin pada seluruh ajaran dalam nilai yang aku imani. Ketika kita memudahkan urusan orang, Tuhan akan memudahkan urusan kita. Ketika kita memberi satu, Tuhan akan membalas ratusan kali lipat. Balasan rejeki tak hanya dalam bentuk materi yg terukur. Bisa dalam bentuk hati yg selalu gembira. Meski sederhana, tapi hati nggak pernah gundah. Nggak pernah grasak grusuk cemas panic sampai menyerobot rejeki orang. Meski pas pasan, tapi makan enak, tidur sealu nyenyak, itu adalah rejeki yang tak terbilang harganya.

Buktikan saja. Jangan sesekali menawar pedagang kecil. Selalu mudahkan urusan orang lain. Jangan abiskan waktu untuk tawar menawar sampai alot, simpan waktu dan tenagamu untuk hal-hal yg lebih bermanfaat. Waktu buat tawar menawar dipangkas, jadikan itu waktu untuk bersujud di kala dhuha, atau untuk membaca alquran agar tentram jiwa dan raga.

Soal rejeki, kejarlah dengan cara yg baik. Serahkan hasilnya hanya pada Allah semata.

Soal menghemat, bukan dengan cara menawar keras pedagang kecil, jangan ditawar, maka Allah akan aktif mengisi ‘tabungan’ kita.

Dan kita akan dibuat takjub oleh cara ‘tangan’ Allah bekerja.

Akan banyak kejutan cinta dari Yang Kuasa.

yakin seyakin yakinnya, karena Allah, tak pernah sekalipun ingkar janji.

*menulis caraku menasehati diri sendiri,
menulis untuk kebaikan

copas fitri wilis

View on Path

Realita EMAK..EMAK…😆😆

EMAK …OH …EMAK🙎

Anak nangis, emak yg dipanggil suruh diemin
Anak jatoh, emak yg disalahin, kok bisa jatoh
Anak ga mau makan, emak-emak dibilang gak kreatif
Anak kurus, emak dibilang gak bisa ngurusin
Anak gk berprestasi, emak-dibilang kurang ngajarin
Anak pemalu, emak dibilang nyontohin
Anak pemarah, emak dibilang ngajarin
Anak cengeng, emak dibilang manjain

KETIKA…

Emak sakit, gak boleh lama lama
Emak sedih, dibilang lebay
Emak galau, dibilang sensi
Emak curcol, dibilang ember
Emak shopping, dibilang pemborosan
Emak kerja, dibilang gak sayang kluarga
Emak diem, dibilang gak peduli
Emak ngomel, dibilang emosian
Emak sabar, diinjek-injek
EmaK pasrah, gak dihargai

Walau mulut emak setajam silet tapi hati kami selembut sutra.

Walau terkadang murka, tapi kami para emak butuh bahu untuk bersandar

Walau kami terkesan bawel, tapi kamilah yang mencairkan suasana.

Kalian yang diluar sana yang memandang kami sebelah mata, ayoo rasakan posisi jadi emak-emak ini.

Emak-emak itu walau terlihat lemah secara fisik tapi lebih kuat daripada bodyguard bayaran.

Plisss…. Jagalah kami yang emak-emak ini, minimal jaga hati kami supaya tetap hepi… Karna kalau kami hepi dunia akan hepi 😂

Salam emak-emak

#SaveEmakEmak✌😜😂❤

WARNING !!! Dilarang BAPER..😂😂😂

View on Path